Cara pemasangan kabel telepon
1. Instalasi 2. Peralatan Utama Programming INSTALASI - Yang dimaksud
dengan instalasi biasanya mencakup area dari titik pesawat cabang
(extention) sampai Panel Utama. terdiri dari pasang socket outlet
telepon, pengkabelan, penyambungan di terminal hubung sampai Panel Utama
/MDF (Main Distribution Frame). - Istilah yang sering digunakan:
> Pair = (pasangan) ini adalah satuan jumlah kabel telepon, karena
instalasi telepon minimal menggunakan 1 pasang (pair) kabel.
> TB = Terminal Boxs, adalah boks yang berfungsi sebagai penghubung
antara kabel cabang dan kabel distribusi menggunakan terminal, baik yang
menggunakan soldered maupun menggunakan terminal sisip. Namun saat ini
hampir semua terminal menggunakan sistem sisip.
>IDF = Intermedite Distribution Frame, penghubung antara TB dan MDF
> LSA = jenis terminal sisip
> ITC = Indoor telephone cable/ kabel telepon dalam gedung, kabel
jenis ini biasanya dipasang didalam tembok, plafond, terlindungi dari
tekanan, panas maupun air. Biasanya kabel ini dilindungi dengan pipa HIC
(high impac conduit).
> OTC = Outdoor telephone cable/ kabel telepon untuk digunakan di
luar gedung. Biasanya yang dimaksud dengan kabel ini adalah kabel
telepon multipair yang diisolasi dengan pvc polyethylene dan spiral baja
selubung almunium dilumuri petrojelly biasa disebut jelly steel. ukuran
kabel umumnya yang dipakai 0,6mm2
>SLT = Single Line Telephone, istilah yang digunakan untuk telepon
konvensional seperti telepon rumahan. CARA PENYAMBUNGAN dalam menyambung
kabel telepon, terutama di terminal boks yang berkapasitas besar, butuh
penataan penyambungan. agar tidak pusing melihat gerombolan kabel, mari
kita ulas. Kabel telepon umumnya dipilin 2pair terdiri dari warna
Biru-Merah-Hitam-Putih. Bila kabel itu 10 pair, maka terdapat 5 gerombol
kabel 2pair dengan tiap tiap gerombol terdapat 1 kabel pembeda. kita
amati berikut : dalam kabel 10 pair terdapat:
1. Biru-merah-hitam-putih
2. Oranye-merah-hitam-putih
3. Hijau-merah-hitam-putih
4. Coklat-merah-hitam-putih
5. Abuabu-merah-hitam-putih kabel tersebut disambungkan ke LSA 10 Pair
maka susunannya:
------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------ ------
|Biru-merah|hitam-putih|Oranye-merah|hitam-
putih|Hijau-merah|hitam-putih|Coklat-merah|
hitam-putih|Abuabu-merah|hitam-putih|
-----1-----------2-------------3-----------4----------5---
---------6-----------7------------8-------------9--------- --10-----
untuk mudah mengingat maka bisa disingkat BOHCA Sepuluh pair selanjutnya
mengikuti siklus diatas, bedanya hanya pada lingkaran luar/dalam dan
pita putih/kuning/merah. untuk lebih yakin ya diuji aja tiap 10 pair,
misal di 10p pertama, diujung disambung warna biru, 10p ke 2 warna
Oranye, dst, maka bila di avo diujung satunya bisa ketahuan. Sebagian
kabel menggunakan kode warna dan titik. misal titik 1 titik 2 dst. atau
variasi BOHCA dan titik/ belang. namun yang umum dipakai adalah kode
warna BOHCA. sedangkan kabel jenis yang menggunakan kode titik/belang
biasanya kabel indoor bawaan mesin PBX untuk menyambung ke amphenol
25pair (mirip paralel port pada computer). Sedangkan untuk menyambung di
socket outlet telepon, bila pesawat teleponnya adalah SLT, maka hanya
butuh 1pair kabel. menyambungnya: / ------\ | 3 1 2 4 | pada socket
telepon kita hanya memakai terminal 1 dan 2 saja, sedang 3 dan 4 untuk
telepon khusus. maka sambungkan saja kabel 1pair tersebut ke terminal 1
dan 2 (yang ditengah tengah) Alat yang digunakan untuk koneksi telepon:
insertion Tool atau tang krone = alat untuk menyambung kabel ke dalam
LSA seperti gambar berikut
Disconnection plug = alat sisip pemutus sambungan
LSA bagan atas dengan bawah, gunanya melacak short Tes cord = alat sisip untuk uji baik dg avometer maupun telepon.
Arester = Pengaman PABX dari tegangan bocoran
Untuk lebih banyak mengenal peralatan terminasi telepon, silahkan
gogling "krone" ini salah satu yang banyak dipakai untuk terminasi
telepon.
Mungkin itu aja dulu tata cara instalasi dan cara menyambung kabel telephone.
0 komentar:
Posting Komentar